Berangkat dari semangat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan, Pengadilan Agama Wonogiri menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang dikemas secara sederhana namun penuh makna. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi seluruh aparatur untuk sejenak memperlambat ritme aktivitas, sekalgius mempererat tali silaturahmi dalam suasana Ramadan yang khidmat.

Bertempat di Pengadilan Agama Wonogiri, tepatnya di Aula Nyawiji, segenap pimpinan, para Hakim, serta seluruh aparatur di Pengadilan Agama Wonogiri mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H/2026 M pada Rabu (4/3). Acara diawali dengan khotmil qur’an bin nadhor yaitu membaca surah Ad-Dhuha sampai dengan surah An-Naas yang dipimpin oleh Hasanuddin, S.Ag., M.H., dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kuliah tujuh menit (kultum) oleh Drs. Muhammad Mansur, M.H., yang dalam tausiyahnya, Beliau menekankan keutamaan salat serta ibadah puasa sebagai sarana membentuk pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan bertakwa, khususnya di bulan Ramadan.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana semakin hangat dengan live jamming session dari GPLX Band yang membawakan lagu-lagu bernuansa religi yang menambah semarak Ramadan tanpa meninggalkan kesan sederhana dan bersahaja. Seluruh rangkaian kegiatan pun kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, menjadi momentum kebersamaan yang memperkuat rasa kekeluargaan antar aparatur.

Ketua Pengadilan Agama Wonogiri, Nur Hamid, S.Ag., M.H., dalam pesannya menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial saja, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya kerja yang harmonis.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan keikhlasan semakin tertanam dalam diri seluruh aparatur, sehingga semangat tersebut dapat tercermin pula dalam pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan Ramadan ini, Pengadilan Agama Wonogiri juga berharap Ukhuwah Islamiyah antar aparatur semakin erat serta menumbuhkan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun lingkungan kerja yang religius, humanis, dan penuh kebersamaan.
(MZR)


