Pengadilan Agama Wonogiri terus mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)nya, melalui keikutsertaan para pegawai dalam kegiatan pelatihan berbasis digital. Pada kesempatan ini, 8 PPPK PA Wonogiri mengikuti Massive Open Online Course (MOOC) aplikasi Sistem Informasi Pengembangan Kompetensi (SIBANGKOM) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).


Seperti yang kita ketahui Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) tengah meresmikan babak baru dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yudisial, melalui Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK). Dengan dukungan teknis platform dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI sebagai bagian dari program orientasi nasional untuk PPPK MA , orientasi ini dilaksanakan selama 15 hari pada 3-19 November 2025. PPPK mengikuti sesi pembelajaran mandiri, pada sesi ini merupakan sesi krusial untuk menanamkan nilai-nilai dasar ASN (Aparatur Sipil Negara) .Materi orientasi ini berfokus pada pengembangan kompetensi ASN melalui modul inti seperti Wawasan Kebangsaan dan Nilai Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer, dan Pelayanan Publik, serta nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, dengan penekanan pada adaptasi digital dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan global, termasuk konsep Whole of Government (WoG) dan literasi digital. Setelah sesi pembelajaran mandiri, para peserta MOOC juga diperintahkan untuk membuat jurnal dan kemudian harus mengikuti sesi ujian akademik dengan batas nilai yang telah ditetapkan.


Selanjutnya PPPK PA Wonogiri mengikuti Orientasi PPPK Tahap 2 secara daring melalui Zoom Meetings dan e-Learning Mahkamah Agung yang diakses pada https://elearning.mahkamahagung.go.id/ . Orientasi ini berlangsung selama 13 hari dari tanggal 1-13 Desember. Modul e-Learning memberikan pengalaman belajar yang sistematis dan terstruktur. Model pembelajaran ini memungkinkan peserta belajar secara fleksibel dan mandiri, namun tetap terukur melalui penilaian digital. Pada akhir sesi e-learning, peserta juga di haruskan mengerjakan ujian akademik yang memiliki batas nilai minimum.
Antusiasme mengikuti orientasi ini terasa di Pengadilan Agama Wonogiri, 8 PPPK yang mengisi jabatan Penata Layanan Operasional, Pengelola Layanan Operasional dan Operator Layanan Operasional ini berharap, ilmu yang didapat dari orientasi ini dapat langsung diterapkan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dan meningkatkan kualitas layanan di satuan kerja.


Mahkamah Agung mengadopsi Distance Learning yang merupakan langkah strategis untuk memastikan PPPK MA menjadi pelayan publik yang cakap digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi dasar PPPK serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai tugas, fungsi, dan etika pelayanan public di lingkungan peradilan. Orientasi ini juga diharapkan dapat menghadirkan SDM aparatur yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. Dengan mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran modern, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak aparatur yang siap memberikan pelayanan publik yang cepat, ramah, dan professional. (Kinawi)


